Langsung ke konten utama

Resep Spaghetti Bolognese

Ini sih gak usah ditanya enak atau nggak... Pokonya enak banget 😄 makanan barat yang paling nyambung sama lidah orang Indonesia..

Karena dirumahku pak Suami paling anti sama makanan yang aneh-aneh, jadi jarang masak yang western-western gitu (emang gak bisa juga sih.. Hehe) hmm...Pizza contohnya... Tapi bersyukur juga, jadi kalau beli Pizza, makannya gak ada saingan 😝

Tapi kalau anakku mah nyambung-nyamung aja dikasih apa juga, Pizza hayu, makaroni skutel boleh, cream soup hajar, pokonya kalau soal makanan begini-begini, kita se-iya.. Se-kata pokonya.. 😂

Ngomong-ngomong soal spaghetti bolognese, emang jago banget deh resep Italia yang satu ini, enaknya sampe ke tulang! Hihihi

Waktu di Jerman aku pernah liat cara bikin spaghetti bolognese versi orang eropa, jadi ditambahin wine gitu di sausnya, tapi tentu aja aku gak makan, dan di lain waktu akhirnya aku coba-coba bikin yang gak ditambahin wine, dan aku tester ke mereka, dan ternyata gak terlalu ada perubahan rasa yang signifikan katanya. Walaupun rasanya ya mungkin dikit rada aneh ya menurut mereka.. Hehe dari situ akhirnya kalau ada aku mereka bikin yang tanpa wine dan tentu aja daginya pun 100 % daging sapi...

Gak cuman itu, ini lah saktinya sebuah spaghetti bolognese, pak Suami yang lidahnya konvensional sekali pun tidak menolak rasanya..hehe jadi untuk makanan western yang satu ini pengecualian, jadi bisa dibilang menu favorit keluarga juga.. Yeyeyey 👏👏👏

Nah penasaran spaghetti bolognese macam apa yang bisa meluluhkan lidah anti makanan barat? ini dia ya mama-mama cantik resepnya, semoga yang punya kasus sama di rumahnya bisa terbantu.. Xixixix

RESEP SPAGHETTI BOLOGNESE


Waktu memasak: 45 menit
Porsi: 3 - 4 orang

Bahan:
🍝 225 gr spaghetti
🍝 100 gr daging cincang
🍝 2 sdm olive oil/ mentega (kalau gak ada minyak sayur biasa aja)
🍝 1000 ml air untuk merebus

Bumbu:
🍝 1 sdm mentega (aku pakai palmia royal gantinya mentega)
🍝 1 siung bawang putih, geprek cincang
🍝 1/2 bawang bombai ukuran besar, cincang
🍝 2 sdm pasta tomat (kalau gak ada, bisa skip)
🍝 315 gr saus spaghetti (aku kadang mix antara La Fonte dan Del Monte, oh ya, kalau pakai saus jadi gak perlu tambahan oregano dan basil lagi, all in one!)

Cara:
🍝 Panaskan air di panci, taburi garam secukupnya, kemudian tunggu mendidih dan masukan spaghetti, tunggu hingga al dente alias mateng.
🍝 sementara menunggu, panaskan mentega di wajan, kemudian tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum.
🍝 setelah itu masukan daging cincang, dan tumis hingga daging berubah warna.
🍝 masukan saus spaghetti dan pasta tomat ke dalamnya, kecilkan api, aduk hingga ada gelembung (tapi jangan lama-lama kalau pakai saus instan, makin lama makin asin nanti rasa sausnya). Sisihkan.
🍝 Kembali ke spaghetti, setelah matang, buang air panas dengan saringan, kemudian siram dengan air dingin, supaya proses pematangan berhenti. Setelah itu sisihkan dan tambahkan minyak ke dalamnya, supaya spaghettinya gak nempel satu sama lainnya.
🍝 siapkan piring saji, tata spaghetti dan saus di atasnya, boleh ditambah parutan keju di atasnya jika suka.
🍝 Resep spaghetti bolognese siap disantap.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Totole Kaldu Rasa Jamur (Vegetarian Food)

Kesampaian juga mencoba kaldu Totole rasa jamur yang lagi happening banget di komunitas ibu-ibu sehat anti MSG 😁 Dari awal kemunculan produk ini yang hanya di jual di komunitas-komunitas, terus mulai bisa dibeli bebas via online, masih juga belum beli karena harganya mahal belum ongkir. Dan setelah maju mundur cantik buat beli, sekarang baru sempat beli, itu pun pas gak sengaja liat di swalayan ada yang begini. Walaupun akhir-akhirnya aku lebih suka belanja di internet. Sebetulnya Totole kaldu rasa jamur ini diperuntukan bagi para vegetarian, yang dari mulai ke kaldu-kaldu gak boleh ada unsur hewani. Dan semakin tenar dikalangan penggiat diet sehat bebas kolesterol, karena kaldu dari tumbuhan tidak mengandung lemak sama sekali, dan karena sangat alami dan tidak menggunakan MSG, maka ibu-ibu yang punya balita khususnya, berbondong-bondong lah membicarakan kaldu ini.. Hehe (Totole Kaldu Rasa Jamur)  Gambar di bungkusnya imut-imut banget, gemesinnnnn 😝😝😝 terus tuli...

Review: Kopi Java Preanger, Kopi Arabika dengan Aroma yang Kuat

(Java Preanger Coffee)  Sebenarnya aku bukan master di bidang kopi, cuma gegara nonton liputan di TV1 tentang sejarah kopi di Indonesia. Dan mendengar nama gunung Manglayang disebut-sebut di sana 😁 Jadi merasa tergerak buat tahu lebih banyak, dan setelah itu aku jadi menemukan alasan kenapa Dee Lestari bikin novel filosofi kopi (walaupun belum pernah juga baca sih.. Hehe). Ada cerita panjang dibalik segelas kopi yang kita minum, bahkan di negara eropa acara minum kopi udah jadi semacam kultur, tiada hari tanpa kopi. Mungkin itu juga yang membuat, kenapa dulu Belanda begitu agresif memberlakukan tanam paksa kopi di beberapa daerah di Indonesia. Indonesia memang salah satu negara penghasil biji kopi terbesar dunia (kalau gak salah no 3 gitu ya?). Mulai dari sabang sampai merauke kita punya jenis kopi dengan cita rasa yang khas. Namun, sudah kenal dengan Java Preanger Coffee? Konon katanya ini adalah jenis kopi tertua yang pernah dibudidayakan di Indonesia. Java Preanger Co...

Resep Perkedel Jagung ( a.k.a Bakwan Jagung ) Kriuk

🌽🌽🌽 Karbohidrat alternatif yang lebih menyehatkan di banding nasi putih, jagung. Dulu yang saya tahu jagung hanya terdiri dari dua jenis, yaitu jagung tidak manis dan jagung manis 😝... ternyata cukp banyak dan variatif, menurut wikipedia.org ada 7 jenis jagung: 🌽 Tunicata ( Podcorn , jagung bersisik, merupakan kelompok kultivar yang dianggap paling primitif) 🌽 Indentata ( Dent , jagung gigi-kuda) 🌽 Indurata ( Flint , jagung mutiara) 🌽 Saccharata ( Sweet , jagung manis) 🌽 Everta ( Popcorn , jagung berondong ) 🌽 Amylacea ( Floury corn , jagung tepung ) 🌽 Glutinosa ( Sticky/glutinuous corn , jagung ketan) Jagung juga sangat baik ternyata untuk kesehatan, selain menambah energi, jagung juga dapat menurunkan kolesterol, menghindari diabetes juga hipertensi ( karena di dalamnya mengandung phenolic phytochemicals. ), dan sebagainya. Kali ini saya mau mengolah jagung menjadi sebuah makanan yang simpel dan enak dijamin kriuk dan ngga melempem, this is it "Resep  Pe...

5 Tips Agar Bolu Tidak Bantet

(bolumeranti.co.id) Bolu yang merekah terlihat sangat cantik dan menggiurkan, beda halnya dengan bolu bantet meskipun rasanya tetap enak, tapi secara penampilan memang tidak menarik, Kecuali kalau memang sengaja bikin brownies yang dicari memang bentuk yang bantet,kalau mengembang justru malah jadinya spons cake, iya kan? Masih ingat sama bolu pisang bantet buatanku? Hehe..aku juga gak ngerti kenapa hasilnya bisa seperti itu, padahal sudah ikuti petunjuk resep step by step nya dengan tepat (perasaan..), emang sih ini baru pertama kalinya bikin bolu, awalnya aku pikir cara bikinnya gampang, segampang cara makannya..tapi ternyataaa...fuihhh...susah-susah gampang. Selain fokus di bahan-bahan, biar rasanya enak, ternyata bikin bolu supaya bentknya sempurna, ternyata gak cuma ukuran dan takaran bahanynya yang harus tepat, tapi juga banyak “faktor X” yang mempengaruhi kesuksesan membuat bolu. Belajar dari kesalaham, selayaknya seorang profesional ( cie...hehe) aku cari-ca...

Review: Desaku Bumbu Bubuk Kari

Ada beberapa alasan ibu-ibu malas berkecimpung di dunia perdapuran, karna emang gak bisa masak, atau bisa juga karena malas repot. syukur-syukur bisa selalu beli makanan ke restoran yah, tapi kalau ngga..gak ada pilihan lain selain masak sendiri, tak hanya faktor eknonomi ( yang faktanya masak sendiri jauh lebih murah, karena kita gak perlu bayar tenaga koki) tapi juga faktor kesehatan dan nutrisi. Makanan di luaran belum tentu memenuhi standar nutrisi yang biasanya ibu-ibu paling konsen soal ini. Misal untuk penambahan MSG atau mecin misalnya, atau alergi terhadap makanan tertentu, atau apalah..apalah..masih banyak lagi 😊. Kalau alasan gak bisa masak, klasik banget ya. Karena pada dasarnya semua orang punya naluri merasa lapar dan mencari makanan, masak adalah tingkat lanjut dari kata survive , bedanya hanya satu ada yang enak dan tidak..hehe, itu aja kok. Nah kalau alasannya yang kedua, malas. Ini ya mau gimana lagi, aku sendiri (walaupun gak bilang jago juga dalam urusan masa...